Rabu, 20 Maret 2013

Pidato Tentang Pendidikan Karakter


TEMA : PENTINGNYA KEDISIPLINAN DAN KEJUJURAN DEMI TERCAPAINYA TUJUAN PENDIDIKAN YANG BERKARAKTER

Bapak Kepala Sekolah dan wakil kepala sekolah yang saya hormati
Bapak/Ibu Guru yang saya hormati
Serta teman-teman semua yang saya sayangi

Selamat Pagi...

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa oleh karena berkat dan pimpinan-Nya-lah kita sehingga kita dapat berkumpul ditempat ini. Saya juga mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan kepada saya untuk menyampaikan sebuah pidato yang berjudul “Pentingnya Karakter dalam Dunia Pendidikan”

Hadirin yang saya hormati..
Kebanyakan orang mengatakan intelektualitaslah yang membuat seorang ilmuan hebat. Mereka salah, yang membuat mereka hebat adalah karakter. Karakter juga akan menjadikan kita menjadi seorang pribadi yang memiliki nilai tambah. Ingat bahwa karakter itu tidak bisa diwariskan, dibeli apalagi ditukar. Karakter itu harus di bangun dan dikembangkan di dalam diri kita masing-masing.

Saat ini bukan hanya krisis ekonomi yang melanda Indonesia tetapi krisis kejujuran dan kedisiplinan. Kedisiplinan adalah hal utama untuk mencapai kesuksesan. Disiplin memang hanya kata yang sederhana, tetapi penerapannya dalam keseharian sangat sulit. Coba kita bayangkan jika sistem tubuh tidak disiplin sesuai fungsi kerjanya, pasti akan berantakan, bukan? Seperti itulah kehidupan kita jika tidak membangun sikap disiplin. Adapun tujuan pemerintah mencenangkan pendidikan yang berkarakter yaitu :
1.       Mengembangkan kebiasaan yang terpuji sesuai dengan budaya bangsa yang religius.
2.       Memiliki karakter yang berdasarkan nilai-nilai Pancasila.
3.       Menanamkan jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa.
4.      Menjadi manusia mandiri, kreatif dan berwawasan kebangsaan
5.       Mengembangkan lingkungan sekolah yang aman, jujur, penuh kreatifitas dan bersahabat.

Hadirin yang saya muliakan
Dalam upaya merealisasikan pendidikan karakter yang berlangsung secara nyata bukan hanya wacana dibutuhkan 3 komponen pendukung yaitu : Keluarga, Guru di sekolah, dan masyarakat. Pendidikan karakter di sekolah tidak semata-mata pembelajaran pengetahuan tetapi lebih dari itu misalnya penanaman moral, nilai-nilai etika, estetika, budi pekerti yang luhur. Namun yang terpenting adalah penerapannya dikehidupan sehari-hari.

Saya akan mengambil contoh perilaku siswa yang kurang baik disekolah. Misalnya, bertengkar, memalak, tidak memberikan salam saat bertemu guru, mencuri, membuang sampah sembarangan, mengeluarkan kata-kata yang kurang enak didengar dan masih banyak lagi. Dari beberapa contoh tersebut membuktikan karakter kita tidak sesuai dengan nilai-nilai pancasila. Apakah kita mau dikatakan sebagai bangsa yang katanya beradap dan berpendidikan tinggi tetapi dalam kenyataannya, moral kita justru memalukan dimata bangsa lain? Pasti tidak bukan? Menurut saya bukan hanya pengguna narkoba yang perlu direhabilitasi tetapi juga karakter bangsa yang semakin merosot.

Hadirin yang saya hormati
Ingat kata Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara “Membangun budaya agar siswa selalu siap dengan perubahan yang semakin kompetitif” artinya diperlukan sikap yang berkomitmen dan disiplin terhadap pelaksanaan pendidikan karakter itu sendiri dan semua ini dapat dimulai dari diri kita sendiri. Semoga pendidikan sebagai jembatan emas masa depan dapat segera direhabilitasi.
Demikianlah pidato saya, saya memohon maaf jika ada kesalahan saya, baik tutur kata dan perilaku karena saya hanya manusia biasa yang jauh dari kesempurnaan dan terima kasih atas perhatiannya.

Selamat Pagi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Beri komentarmu untuk menjadi Motivasi :)